Jumat, 29 Desember 2017

4 Sumber Pendapatan YouTuber Selain dari AdSense




Bermodalkan kamera dan kemampuan berbicara, para YouTuber (sebutan kreator konten di YouTube) mampu menghasilkan uang miliaran melalui trafik video yang diputar. 

Di balik itu semua, kemudian muncul pertanyaan. Dari mana YouTuber bisa menghasilkan uang dalam jumlah yang bisa dibilang fantastis? AdSense atau iklan yang tayang sebelum video diputar mungkin yang pertama melintas di benak Anda. Namun adakah sumber pendapatan lainnya?

YouTube memang memberikan bayaran pada pembuat konten kisaran 1 sampai 5 dollar AS (Rp 13.500 - Rp 67.500) setiap video ditonton 1.000 kali.  Kreator konten dulunya juga menikmati 70 persen dari revenue iklan. Namun kini YouTube juga mengambil bagian 50 persen dari total revenue iklan yang tayang di video. 

Dikutip KompasTekno dari BBC, Kamis (28/12/2017), travel vlogger asal Amerika Serikat yang tinggal di London, Evan Edinger menghitung, kreator konten akan mendapatkan sekitar 1.000 hingga 5.000 dollar AS (Rp 13,5 juta - Rp 67,5 juta) setiap videonya ditonton satu juta kali. 

Namun selain dari AdSense atau iklan video, dari mana lagi sumber pendapatan YouTuber? Evan pun menjelaskan bahwa YouTuber dapat menghasilkan uang melalui cara lain di luar AdSense.

Patreon

Patreon merupakan sebuah platform urun dana (crowdfunding) yang mempertemukan pencipta karya dan penggemar mereka. Patreon biasanya digunakan para seniman untuk menggalang dana demi menciptakan karya. 

Sejumlah YouTuber memanfaatkan platform ini untuk menghasilkan uang sekaligus mendukung mereka tetap berkarya. Pengguna Patreon dapat mendonasikan uang sebesar 1 dolar AS (Rp 13.000) per video atau per langganan dalam kurun waktu 1 bulan. 

Keistimewaan yang ditawarkan oleh para YouTuber melalui Patreon adalah konten eksklusif yang hanya dapat diakses oleh fans yang telah menyumbangkan dana untuk idola mereka. Itu sebabnya Patreon disebut sebagai penghasil uang tips oleh Evan. 

Afiliasi link

Beberapa produk yang meng-endorse para YouTuber memasukan link YouTube pada halaman resminya. Jika pengunjung situs mengeklik link video YouTuber yang dipajang itu, maka view akan bertambah, sehingga trafik ini menghasilkan uang bagi pemilik kanal.

Cara ini biasanya digunakan oleh para beauty dan fashion vlogger yang mengulas alat-alat makeup yang tengah mereka gunakan atau yang disodorkan vendor.

Selain mendapatkan uang melalui jumlah view, melalui link afiliasi, para YouTuber biasanya juga dapat memiliki barang yang mereka jajal secara gratis. Selain itu, kreator konten juga kadang berhak mendapatkan bagian dari hasil keuntungan penjualan produk yang mereka ulas sebesar 5-20 persen. 

Merchandise

Beberapa YouTuber menjual cinderamata atau mercandise ke sejumlah fans. Merchandise itu bisa berupa poster, topi, kaos, hingga buku. 

Meski pembuatannya memerlukan modal, nyatanya masih banyak YouTuber yang menjual mercandise untuk menambah penghasilan mereka. 
 
Sponsor

Beberapa YouTuber yang memang berkecimpung di kanal tertentu seringkali mendapatkan permintaan dari sejumlah vendor yang memiliki merek untuk membuat konten video. 

Biasanya, perusahaan meminta YouTuber untuk membuat video eksklusif yang berisi konten mengenai produk mereka. Sebagai kompensasi, perusahaan memberikan YouTuber sejumlah uang tunai dalam jumlah besar untuk mendukung produksi video.

Uang yang dibayarkan oleh pemilik merek pada YouTuber untuk menciptakan konten eksklusif, bahkan setara dengan 12 kali pendapatan AdSense. 
 
Itu sebabnya Evan menganggap bahwa langkah ini merupakan cara paling menguntungkan bagi YouTuber. Sebab dengan cara ini, pencipta konten bisa mendapatkan pemasukan dari dua pintu, yakni dana sponsor dan uang dari hasil AdSense.

Penulis: Rizky Chandra Septania
Editor: Reska K. Nistanto
Sumber: BBC, YouTube
#Aplikasi #Uang #Adsense #Youtube 

Gaplek Populer Week